Akuntansi Penjualan Konsinyasi

Haryono (1994:57) berpendapat bahwa pengaruh transaksi laporan keuangan tidak langsung digambarkan dalam laporan keuangan, tetapi ditampung lebih dahulu dalam alat pencatatan yang merupakan bagian dari suatu sistem akuntansi.Untuk menciptakan suatui sistem akuntansi yang dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi manajemen, diperlukan adanya suatu system pengelompokkan, sehingga data untuk laporan keuangan dapat diperoleh melalui cara-cara yang teratur.
Kegiatan penjualan konsinyasi sejalan dengan makin meningkatnya usaha-usaha persaingan dalam pemasaran. Kalau dalam perdagangan angsuran para penjual berusaha memuaskan para konsumen maka dalam penjualan konsinyasi para penjual berusaha untuk bekerja sama dengan sesama mata rantai pemasaran. Untuk menjamin kelancaran hubungan antara pengamanat dengan komisioner biasanya dibuat perjanjian tertulis yang mengatur pelaksanaan kerja sama tersebut. Hal-hal yang biasanya diatur adalah syarat-syarat penyerahan, pembayaran dan harga dari barang yang dikonsinyasikan, penggantian atas biaya yang dikeluarkan sikomisioner dan biaya apa saja yang boleh diperhitungkan, komisi atau bagian keuntungan, cara penyelesaian dengan pengamatan dan cara pembatasan kerja sama tersebut Salim, (1991:153).
Pada dasarnya pembukuan penjualan konsinyasi sama saja dengan penjualan biasa. Pengakuan atas adanya penjualan diberikan jika sikomisioner telah mengirimkan nota penjualan pada sipengamanat. Penyerahan barang pada

komisioner hanya sekedar penitipan, tanpa adanya perpindahan hak milik dan pengakuan penjualan.
Menurut Salim (1991:156) mengemukakan bahwa prosedur pembukuan pengamanat dapat disususn dengan dua macam pola yaitu :
1. Transaksi konsinyasi dipisah dari transaksi biasa dan untuk tiap komisioner dan atau untuk tiap tipe barang disediakan satu set buku tambahan tempat mencatat perincian dari tiap komisioner dan atau tiap type barang.
2. Transaksi konsinyasi digabung dengan transaksi penjualan biasa.
Pola pembukuan yang sama juga dipakai oleh komisioner dalam pembukuan penerimaan barang komisi, pennjualannya dan penyelesaiannya dengan pengamanat.
Untuk mendapatkan informasi yang lengkap terutama jika kegiatan konsinyasi merupakan kegiatan yang cukup penting, sebaiknya digunakan pola pembukuan yang pertama.
Pembukuan dari pengamanat dengan cara yang petama itu menggunakan perkiraan ”Barang Dalam Konsinyasi”. Perkiraan ini didebet dengan harga pokok dan barang yang dikonsinyasikan dan dengan biaya-biaya lain yang berhubungan dengan itu, dan dikredit dengan hasil penjualan bersih yang dilaporkan komisioner dalam Nota Penjualan (Account Sales). Pada akhir periode, saldo dari barang konsinyasi dicatat sebagai saldo debet disebelah kredit dan selisih dari jumlah debet dan kredit menunjukkan R/L dari transaksi konsinyasi yang bersangkutan.

Lebih lanjut tentang: Akuntansi Penjualan Konsinyasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: